sebenarnya lagi gak mood buat nulis, tidak ahli juga di bidang per-trainer-an, tapi berhubung gw bolos TFT 1 SSDK 2008..ya terpaksa deh dipaksain buat bikin tulisan ini…
hmm, menjadi trainer inspiratif bukan persoalan yang mudah apalagi untuk trainer pemula dan baru pertama kali memberikan materi. seorang trainer tidak hanya seperti dosen yang memberikan materi di kelas, atao seorang danlap yang menguasai lapangan dan memerintah trainee’nya untuk melakukan ini itu, dan tidak pula seperti seorang kaka mentor yang bisa membimbing adikmentornya melalui hikmah yang diberikan.
tapi seorang trainer adalah ketiga2nya, dituntut untuk bisa menyampaikan materi, bisa mengkondisikan lapangan (baca: kelas), dan sekaligus bisa membimbing adik2nya. dan mungkin definisi trainer inspiratif menurut persepsi saya adalah hal ini.
1. Penguasaan materi
MAteri menjadi penting untuk dikuasai oleh seorang trainer, karena materi adalah hal yang disampaikan ke peserta untuk dikuasai. selain penguasaan materi perlu juga dikuasai bagaimana menyampaikan materi tersebut. pemilihan metode maupun gaya penyampaian menjadi hal yang penting, karena di sinilah kunci pemahaman peserta terhadap materi yang ada. dengan penyampaian yang baik, keberterimaan materi dapat dirasakan penuh oleh peserta. penyampaian yang baik tentu saja ditunjang dengan penguasaan materi yang baik. cara mudahnya adlah pelajari slide materi, coba perbanyak lagi sumber ato refernsi mengenai materi tersebut, baik dari buku maupun sering ngobrol dengan yang telah berpengalaman.
2. Penguasaan Lapangan
penguasaan lapangan tidak hanya pada bentuk fisik seperti layout ruangan, peralatan tapi juga hal lain seperti kondisi peserta dan olah fisik si trainer itu sendiri. kondisi peserta bisa dilihat dari keadaannya dalam ruangan itu, apakah boring,bete,ato justru sebaliknya lagi semangat2nya..nah di sinilah peran seorang trainer dalam menghidupkan suasana. bagaimana teknik penyampaian, intonasi, maupun joke2 segar serta bermacam simulasi yang bisa diberikan kepada peserta untuk dapat membangkitkan lagi antusiasmenya. dari sinilah trainer bisa ‘menyentuh hati’ mereka, menarik perhatian dgn cara yang enak. misalnya apakah perlu difokuskan,,ato perlu sedikit refresh ato justru ingin membawa peserta dalam suasana tersendiri. Melalui cara seperti itulah peserta bisa melihat apakah training yang diberikan bisa benar2 diaplikasikan.
3. Membimbing Peserta
hal ini sebenarnya adlah inti dari training yang dilakukan bagaimna membimbing peserta agar melakukan atau mengarahkan pada suatu hal yang menjadi materi trainer tersebut. terkadang persoalan 2 di atas sedemikian kompleks, ya ibaratkan menyampaiakan materi seperti seorang dosen, mengatur lapangan layaknya danlap, tapi membimbing di sini, kita layaknya sahabat bagi mereka, mendengar apa yang ereka inginkan dan menjawab apa yg mereka bingungkan. untuk satu tujuan dan niat yang ikhlas. itulah yang benar2 bisa membuat mereka berada dalam ‘genggaman’ kita. sat kita bisa menyentuh hatinya dan menjadi sahabatnya.
Wallahu’alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar